Mencoba diet 'Cut Carbo' dan efeknya terhadap kulit

Ini sebenarnya self challenge dan bukan semata-mata iseng. Tapi memang sekitar setahun yang lalu tiba-tiba pengen lebih aware ke urusan kesehatan.

Sejujurnya niat awal cut carbo ya untuk diet menurunkan berat badan. Why diet? Secara kalau di itung pakai rumus BB ideal, berat badan masih kelebihan sekitar 4-5 kg. Kelebihan segitu itu rasanya udah tekanan batin, dimana baju dan celana jadi berasa agak ketat. Terus gerak dikit jadi cepet capek. Dan sangat mengganggu aktivitas harian. Akhirnya aku memutuskan untuk diet yang sebenar-benarnya, bukan cuma wacana.
Gak peduli apa kata orang, karena yang punya badan kan aku, kalau kenapa-kenapa juga aku yang tanggung. Jadi, intinya aku mau mulai mendisiplinkan diri, mumpung masih muda, dan sebelum terjadi sesuatu di tubuh ini.


Prinsip diet cut carbo

Jadi begini, makanan harian kita terutama yang mengandung karbohidrat akan dipecah ke dalam bentuk yang lebih sederhana dalam mulut, lambung, dan usus. Saat mencapai usus kecil, bentuknya sudah sangat sederhana dan disebut sebagai monosakarida.
 
Monosakarida ini diserap tubuh ke dalam aliran darah. Ketika monosakarida ada di dalam pembuluh darah, maka disebut dengan gula darah (glukosa). Semakin banyak karbohidrat yang kita makan, maka akan semakin banyak pula glukosa yang terbentuk.

Jumlah glukosa yang berlebihan ini akan disimpan dalam bentuk yang berbeda. Hati akan mengubah glukosa yang terlalu banyak tersebut menjadi trigliserida atau biasa dikenal sebagai cadangan lemak tubuh.

Kalau glukosa tidak tersedia, sumber energi non-karbohidrat (yaitu lemak dan protein) harus digunakan. Hal ini biasa disebut glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena lemak dan protein harus digunakan untuk memperoleh energi.

Nah disinilah prinsip diet 'cut carbo' berasal. Mengusahakan agar tubuh menggunakan cadangan lemak dan protein untuk menghasilkan energi.



Bagaimana cara diet cut carbo?

Secara sederhana, kita harus mengurangi konsumsi karbohidrat harian kita. Ingat, karbohidrat yang berlebihan akan disimpan tubuh menjadi lemak. Jadi, yang harus diusahakan yaitu membatasi konsumsi karbohidrat dan gula. Karbohidrat biasanya ada di makanan pokok seperti nasi, gandum, jagung, dll.

Nah, namanya juga udah niat, kalau biasanya makan nasi sekitar satu mangkuk, aku kurangi jadi sekitar 2 sendok makan saja. Dan untuk konsumsi gula, aku juga bener-bener membatasi. Pokoknya tidak minum manis. Dan mengurangi snack yang banyak mengandung gula.

Polanya,
  1. Sarapan lebih baik skip. Kalau belum terbiasa dan jadi sangat lapar, bisa makan buah secukupnya.
  2. Makan siang : nasi (2 sendok), lauk, sayur (1 mangkuk sedang)
  3. Makan malam : usahakan 2 jam sebelum tidur. Makan nasi, lauk, sayur.
  4. Kurangi ngemil dan kurangi minum manis. Kalau gak bisa nahan ngemil, lebih baik ganti dengan buah.
  5. Harus minum air putih sesuai kebutuhan harian. Yaitu sekitar 0,6 x BB (dalam kg).
    Misal BB 50 kg, jadi kebutuhan cairannya 0,6 x 50 kg = 3 L / 24jam  *Hasil dalam Liter

Apakah berhasil menurunkan berat badan? 

Yeap. Aku target menurunkan berat sekitar 5 kg agar mencapai berat ideal. Tapi karena sudah nyaman dengan diet ini, dan badan jadi kerasa lebih fit, pelan tapi pasti aku lanjut dengan pola cut carbo, dan berat badan turun sekitar 7 kg dalam waktu 3 bulan.  
Tapi tetep aku imbangi dengan olahraga seminggu dua kali. Olahraga yang menyenangkan buatku adalah berenang. Jadi sehabis pulang kerja, atau waktu libur aku motivasi diri supaya bisa olahraga. Melelahkan, tapi memang harus komitmen. Anw, olahraga yang efektif adalah minimal 30 menit non-stop. Dibawah 30 menit, tubuh belum memecah lemak, jadi olahraga yang kita lakukan kurang efektif.

Lalu, apa efeknya untuk kulit?

For some reasons, aku sebenarnya enggak ada niatan diet demi kulit yang lebih sehat. Intinya hanya ingin mendisiplinkan diri, supaya bisa menahan nafsu makan dan badan tetap fit. Tapi, realitanya ketika kita sudah membiasakan untuk lebih sehat, sistem biologis tubuh juga secara otomatis berubah. Yang diawal-awal sempat 'kaget' dan cepat lapar, tapi setelah terbiasa tubuh bisa menerima.

Selama perjalanan diet pun, banyak keuntungan yang secara tidak sengaja bisa kita dapatkan. Urusan kulit misalnya. Memang seperti yang diketahui, terlalu banyak glukosa yang beredar di dalam darah akan mempercepat proses penuaan dan memperlambat pembentukan sel.
Mengkonsumsi terlalu banyak gula akan mempercepat proses alami di dalam tubuh yang disebut glikasi. Hal ini terjadi ketika gula di dalam aliran darah menempelkan diri ke protein dan membentuk molekul baru yang berbahaya yang disebut dengan produk Advanced Glycation End (AGEs). AGEs merusak protein yang ada di sekitar kita seperti efek domino. Jadi, semakin banyak gula, semakin banyak AGEs dan itu berarti lebih banyak kerusakan pada protein yang biasanya membantu menjaga kulitmu agar tetap kencang. (source: elsheskin.com)
Nah kan, gula (carbo) ternyata bisa berikatan dengan protein, dan seperti menarik protein keluar kulit. Hal itu menyebabkan kulit kita cepat mengalami penuaan. Ingat, protein itu komponen utama penyusun sel dalam tubuh kita. Jadi ketika protein hilang, pasti akan ngefek juga ke semua sel tubuh.

Di bulan ke-2 diet, sebenarnya sudah mulai merasa ada yang berubah di kulit. Selain kulit lebih terasa sehat dan fresh, masalah-masalah kulit juga lumayan berkurang. Contohnya masalah kulit kering, efek membiasakan minum yang sesuai 'standar' menjadikan kulit lebih lembab, tidak bersisik, dan terasa jauh lebih nyaman. Begitupun dengan efek cut carbo, setelah 6 bulan diet, rasanya kulit jadi lebih cepat ber-regenerasi, lebih kencang, dan juga ada sedikit efek skin tone yang lebih cerah.

Kalau sebagian besar masalah kulit adalah jerawat, dan ada yang bertanya, apa bisa mengurangi jerawat? 
Soal jerawat, sepertinya hanya ada sedikit kontribusi dari diet cut carbo. Karena kita mengurangi snacking, dan yang kita makan sebenarnya sangat mempengaruhi timbulnya jerawat. Ketika mengganti snacking dengan buah, ternyata cukup berpengaruh ke jerawat. Jerawat pre-siklus yang biasanya muncul 2-3 berwarna kemerahan dan bengkak, bahkan saat ini entah kenapa jadi jarang nongol. Pernah muncul 1 atau 2, tapi tipenya bukan jerawat yang bengkak kemerahan dan meradang, hanya jerawat biasa yang kalau dikasih skincare juga bisa mereda.

Conclusion

Memang harus disadari, kalau mau sehat (secara fisik) ya sebisa mungkin harus punya komitmen. Harus konsisten dengan consume makanan yang memang dibutuhkan, makan secukupnya jangan berlebihan, olahraga teratur, dan manage stress sebaik-baiknya. Ketika dari dalam tubuh kita sudah oke, pasti nanti pengaruh ke performa luar juga kok.


Uhm, seberapa jauh diet yang sudah kamu coba? Share yaa..

Mencoba diet 'Cut Carbo' dan efeknya terhadap kulit Mencoba diet 'Cut Carbo' dan efeknya terhadap kulit Reviewed by Dini N on February 19, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.