Komposisi Skincare Pantang Pakai

Sedikit cerita tentang kulit mukaku ya. Kulitku tipenya normal cenderung kering, jerawat seringkali muncul ketika siklus bulanan, gampang bruntusan kalo kena udara yang sangat panas atau sangat dingin, dan kadang sensitif. Dari awal udah sadar, kalau kulit kering gini sebenernya juga sama merepotkannya dengan kulit berminyak. Hal utama dan perlu digaris bawah yaitu memang harus sadar komposisi. Sekali aja pake produk yang komposisinya kontradiktif sama kulit kering, udah pasti jadi iritasi. Begitupun kulit berminyak, sedikit aja gak teliti, bisa-bisa kulit jadi jerawatan. 

Tapi kali ini aku gak akan bahas soal bahan-bahan yang gak cocok untuk dry skin ya. Aku akan share sedikit mengenai bahan dalam skincare yang sebisa mungkin aku hindari. Tujuannya untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang dan yang pasti agar kondisi kulit keringku gak semakin memburuk. 

Apa aja sih komposisi yang pantang aku pakai?

1. Paraben

Paraben berfungsi untuk memperpanjang usia produk dan menjaga produk dari kontaminasi bakteri dan jamur. Dengan kata lain, paraben merupakan pengawet. Banyak ketakutan akan penggunaan paraben karena efeknya yang dapat mempengaruhi hormon estrogen yang berhubungan dengan kanker. Memang tidak menimbulkan efek spesifik di wajah, tapi ketakutan akan sebuah efek jangka panjang menjadi alasannya. Paraben dapat memberikan efek estrogenik jika dosisnya dalam kosmetik ditambahkan beribu kali lipat. 

Efek estrogenik sering dikaitkan dengan berbagai penyakit terutama keganasan (kanker). Paraben sendiri sebenarnya otomatis akan dikeluarkan tubuh dalam waktu minimal 36 jam. Meskipun sudah relatif aman, tapi mindset yang salah dari dulu udah terlanjur mengakar. Jadi meskipun udah paham bahwa paraben tidak mengendap di dalam tubuh, tapi tetep aja setiap beli produk, kalo di komposisi ada paraben (dan turunannya) kadang langsung mundur teratur. Karena belum yakin tentang efek paraben dalam jangka panjang, makanya lebih baik aku hindari.



2. Alkohol (dan turunannya)

Bukan apa-apa sih. Tapi alkohol ini digunakan di kosmetik untuk membantu penyerapan produk. Beberapa efeknya yaitu dapat mengikis dan menyerap minyak pada kulit. Ini lah kenapa aku seringkali pantang alkohol. Ketika di aplikasikan ke kulit kering, kulit jadi semakin terasa matte bahkan panas. Alkohol lebih baik dihindari para pemilik dry skin kalau berada di urutan tengah keatas di ingredients list.

3. Sodium Lauryl Sulphate (SLS)

SLS ini fungsinya semacam memberi busa pada produk, biasanya ada di sabun badan, atau sabun muka. Busa memberikan rasa kesat di kulit, dan SLS ini mungkin masih bisa diterima untuk jenis kulit berminyak. But for me, sudahlah, aku anti banget sama bahan ini. Selain bikin kulit kering ketarik, SLS ini juga mengiritasi. Walaupun beberapa orang kadang kurang mantep kalo cuci muka tapi rasanya gak 'kesat'. Aku awalnya pun begitu, tapi setelah paham bener efeknya, lama-lama juga terbiasa kok pake sabun muka dengan busa yang minimal.

4. Bahan yang dicurigai tidak halal

Penggunaan bahan-bahan yang tidak halal untuk skincare memang sulit kita kendalikan. Kecuali kalau suatu produk tersebut sudah memberikan claims yang jelas, misalnya Wardah. Tag line wardah yang sangat dikenal adalah 'halal', tapi karena beberapa alasan aku kurang cocok pakai wardah, jadi aku beralih ke brand-brand lain. 

Mencari produk yang halal memang tantangan tersendiri, selain harus tahu betul komposisinya, kita juga harus rajin baca informasi secara detail. 

Mengutip dari MUI, unsur-unsur haram yang tidak boleh ada di dalam kosmetik yaitu :
  1. Unsur dari babi dan anjing
  2. Unsur hewan buas
  3. Unsur tubuh manusia
  4. Darah
  5. Bangkai
  6. Hewan halal yang penyembelihannya tidak sesuai dengan syariat Islam
  7. Khamr (alkohol)
Dari deretan diatas, most of them berasal dari hewan. Sedikit aku simpulkan, setiap produk yang mengandung bahan diatas, dipastikan tidak halal. Lalu bagaimana caranya bisa tahu produk itu halal? Jika dilihat dari proses pembuatannya, kita tidak pernah tahu kan?
Untuk itu, sekedar informasi sederhana yang wajib diperhatikan ketika beli produk yaitu :
Baca claim yang menyatakan cruelty-free, animal free, no animal cruelty, animal oil free, dan semacamnya.
Meskipun banyak hal terkait halal atau tidaknya suatu bahan kosmetik, intinya akan lebih aman ketika suatu produk tidak mengandung unsur hewani. Untuk sekarang ini sudah banyak produk yang memang benar-benar no animal cruelty, biasanya mereka menyebutnya natural atau organik. Kalaupun gak organik pun gak masalah, masih banyak produk yang benar-benar animal free. Silakan browsing dan temukan mana yang tepat untuk kulitmu.  

Karena konsumen sekarang sudah semakin pintar dan informasi sudah banyak tersedia, jadi wajar saja jika semua ingin yang lebih safe dan nyaman di hati. 

Diatas adalah beberapa bahan yang kurasa kurang aman dan pantang aku pakai, what about yours? Share di kolom komentar  yaa...

Komposisi Skincare Pantang Pakai Komposisi Skincare Pantang Pakai Reviewed by Dini Nh on April 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.