My Favorite Skincare Combination

Sekali-kali pengen sharing seputar kebiasaan pakai skincare yang aku lakukan setiap hari. Meskipun masih sangat newbie perihal per-skincare-an, tapi apa salahnya berbagi. Semoga pengalaman yang sedikit ini bisa bermanfaat yaa.

Btw banyak produk yang udah aku coba dan aku review decara detail. Tapi sejujurnya gak semua produk itu bisa match ketika digunakan bersamaan, terutama dari segi komposisinya. Untuk itu, kita memang harus jeli dalam memilih suatu produk. Sederhana aja, coba untuk bedain mana yang ngefek, mana yang bikin breakout, mana yang bikin kulit memburuk, mana yang komposisinya kontradiktif, dan mana yang bisa handle kulit dengan baik. Semua harus kita pahami sebelum pake suatu produk. Makanya berkali-kali aku gak bosen untuk ingetin, sebelum beli produk apapun itu, usahain searching dulu, pelajari dan cari analisa komposisinya. Contoh aku pribadi, kulitku tipenya kering, dan kulit kering kurang cocok dengan bahan-bahan seperti alkohol (beserta turunannya), salicylic acid, dan SLS (Sodium Lauryl Sulfate)

Ketika ada ketiga bahan tersebut di ingredients list, kita juga harus mikir lagi, kira-kira di urutan awal atau tengah kebawah? Kalau ada diurutan awal-awal, berarti konsentrasinya lumayan banyak. But for real aku juga gak tau banyaknya itu berapa, cuma dia memang lebih mendominasi. Tapi aku kadang terjang aja sih kalo ada ketiga bahan itu tapi di urutan tengah kebawah. So far, kulit baik-baik aja kok.


Kali ini aku cuma mau cerita sedikit tentang skincare yang bener-bener ngaruh kalo dipake bareng dan aku bisa sebut ini 'combo'. Artinya, ketika dipakai atau ditimpa, beberapa produk ini memberikan efek yang baik ke kulit. Dan antara satu produk dan produk lain bisa saling improve fungsinya. Btw untuk produknya juga masih itu-itu aja, belum banyak yang berubah. Aku kan orangnya super setia, jadi wajar lah untuk urusan skincare pun, kalo udah cocok gak pernah bisa pindah ke lain hati. #ciyegituu

Throwback dulu, masih ingat tips yang aku tulis di postingan My Morning Skincare Routine? Disitu ada sedikit tips untuk memulai tahap skincare bagi yang belum pernah sekalipun pakai skincare berlapis-lapis. Satu poin yang selalu aku tekankan yaitu step by step. Skincaring gak bisa buru-buru, harus sabar. Karena kulit juga butuh adaptasi. Bisa aja kita sikat langsung pake banyak produk, tapi kulit kita belum tentu siap. Yang ada bukan perbaikan, tapi kulit malah berantakan karena harus menyesuaikan ke banyak produk. Makanya, lebih baik mulai pelan-pelan dari yang paling basic agar kita tahu betul, mana yang cocok mana yang bikin breakout. Sampai akhirnya bisa menemukan produk yang klop untuk kulit kita.



Dan setelah lebih dari satu tahun layering skincare, akhirnya aku pun mulai nemu produk-produk yang jadi favoritku dan super combo ketika dipakai bersamaan.

Penasaran gak sih produk apa yang combo di kulitku? yuk cus...


1. Toner (Secret Key Aloe Soothing Moist Toner) 

Kulitku tipenya kering dan lumayan merepotkan. Kulit kering pun masih bisa jerawatan, pori-pori juga melebar, ada kalanya jadi sensitif, yang lebih parah malah kadang jadi super berminyak. Berkali-kali galau tiap mau beli skincare yang pas dan mencukupi kebutuhan kulit. Tapi apalah daya, yang namanya skincare itu trial dan error. Harus dicoba biar tau efeknya.
Setelah akhirnya membiasakan diri pakai toner, it does really good for my skin. Gak bikin kulit jadi gimana - gimana sih. Tapi efek soothing, calming, dan moisturizingnya malah pelan - pelan bisa memperbaiki kondisi kulit yang merepotkan ini. Aku pernah review produk toner ini. Dari komposisinya memang relatif aman, gak mengandung bahan aktif yang kontradiktif, alcohol free, dan cocok untuk semua jenis kulit. Teksturnya yang mild juga bisa jadi first kit buat yang kulitnya lagi sensitif.


Gak tau kenapa ini produk selalu ada di sebagian besar postinganku. Memang udah klop banget sih. Dulu awal pake rasanya biasa aja, kaya gak pake apa-apa. Tapi ketika aku coba skip, baru kerasa banget efeknya. Kulit lama-lama jadi berminyak dan kusam. Thats why aku ngerasa essence memang bisa nembus sampai lapisan kulit yang lebih dalam dan memberikan kelembaban sehingga produksi minyak lebih terkontrol.


Serum pertama dan favorit. Dulu namanya Ost C20, tapi sekarang udah ganti jadi Tiam Original C Source. Serum ini dulunya merupakan serum vitamin C pertama yang aku beli dan langsung jadi produk favorit waktu itu. Dulu pakai habis 1 botol dan masalah kulit teratasi, jadi aku stop. Dulu tujuanku mau ngilangin jerawat dan bekasnya yang lumayan mengganggu, dan memang ini serum sangat membantu. Dalam waktu 4 bulan, kulit bisa normal kembali. Bekas jerawat pudar dan tekstur kulit jauh lebih membaik.

Nah sekarang entah kenapa kulit kok agak sensitif, tekstur kulit juga kurang rata, dan ada acne scars yang lumayan banyak, jadi aku memutuskan untuk pake produk ini lagi. Sedikit tips aja sih, kalo pake serum memang lebih baik kondisi kulit pas lembab. Setelah toner dan essence menurutku adalah waktu yang terbaik untuk pakai serum. Dan saat memutuskan pakai serum, lebih baik minimalkan segala macam produk agar bahan aktif serum bisa bekerja dengan maksimal. 

Karena ada beberapa hal yang berbeda dari tiam dan ost c20, aku pasti akan review dan kasih perbandingan yang detail, tunggu di postingan selanjutnya ya.


Serum vitamin C dari Tiam mengandung 20% ascorbic acid. Kadar yang cukup tinggi, bahkan bisa memberikan efek eksfoliasi (pengelupasan) ke kulit. Saat kulit tereksfoliasi, kulit berisiko dehidrasi. Makanya lebih baik gunakan moisturizer setelah pakai serum vitamin C dengan kadar yang cukup tinggi (diatas 10%). Sleeping mask bisa dijadikan pengganti night cream, dan juga berfungsi sebagai moisturizer yang bisa diandalkan. Satu hal yang mulai aku pahami, kulit lembab ternyata sangat membantu penyerapan produk. Sekilas memang aneh, tapi begini logikanya,
Ketika kulit dehidrasi (kurang cairan), pori-pori dan kelenjar kulit menjadi kehilangan transport untuk menghantarkan nutrisi dari luar maupun dalam. Ketika kulit diberi kelembaban, artinya ada komponen air yang dapat menghubungkan dari lapisan kulit luar agar masuk kedalam. Sehingga kulit lembab menjadi jalan yang baik dari berbagai produk yang kita pakai. Got it?
Biasanya, setelah pakai serum vitamin c, kulit akan terasa sangat berat dan kering. Dibutuhkan pelembab yang mild agar membantu penyerapan vitamin c tersebut. Untuk sleeping mask sendiri, pengaruhnya bener-bener combo jika dipakai bersamaan dengan serum vitamin C. Efeknya, serum terkunci dengan baik, tekstur kulit jadi lebih halus, lembab, dan tone kulit jadi lebih merata. 

Itulah ke-empat skincare combo untuk kulit kering. Sebagai seseorang yang merasa skincare itu penting, gak ada rasa menyesal ketika trial and error saat pake suatu produk, why? karena aku happy dan sangat enjoy sama prosesnya.


Sekian dulu ya sharing kali ini. Terima kasih sudah mampir.

My Favorite Skincare Combination My Favorite Skincare Combination Reviewed by Dini Nh on April 01, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.