The Saem Snail Soothing Gel Review

Akhir-akhir ini trend penggunaan soothing gel memang sedang naik daun. Claims yang alami dan komposisi ekstrak bahan tertentu menjadikan soothing gel ini layak diperhitungkan. Berbagai bahan natural yang bersifat calming sering digunakan sebagai komposisi utama dari sebuah soothing gel, misalnya yang paling banyak digunakan yaitu aloe vera, rose, watermelon, tomato, dan tea tree. Sebagian besar memang diambil dari ekstrak tumbuhan yang punya kapasitas untuk skin healing maupun calming. Tapi soothing gel ternyata gak melulu dibuat dari ekstrak tumbuhan loh, The Saem ternyata punya soothing gel yang menggunakan snail (siput) sebagai bahan utamanya.

the-saem-snail-soothing-gel


Jangan mikir aneh-aneh dulu, karena yang digunakan bukan si snail itu sendiri, melainkan lendirnya. Bahasa kerennya Snail Secretion Filtrate. Lendir siput ini bahkan sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Konon dulu si bapak kedokteran, yaitu Hippocrates, meresepkan snail untuk mengobati peradangan di kulit. Beberapa referensi juga menyebutkan kalau lendir siput memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan kulit, seperti kutipan dibawah ini
The slime and its extracts are now produced and used all over the world. It is known for its anti-aging properties. It helps to stimulate the formation of collagen and elastin, helps repair damaged tissues and restores hydration. It can be used to treat wrinkles, stretch marks, acne, age spots, burns and scars.
(Source: What Have Animals Ever Done For Us? by Phil Clay)

Snail filtrate memang diketahui bermanfaat untuk anti aging, karena lendir siput mengandung enzim-enzim yang menstimulasi kolagen, fibronectin protein, dan elastin fibers yang berperan mencegah penuaan. Lendir siput juga mengandung proteoglycans, glycosaminoglycans, glycoprotein enzymes, copper peptides, dan antimicrobial peptides. Beberapa mineral seperti tembaga, seng dan zat besi juga terkandung didalamnya yang bermanfaat untuk meregenerasi sel kulit. (sociolla.com)

Banyak juga ya manfaatnya? Tapi, pernah gak sekilas bertanya-tanya, sebenernya darimana sih lendir siput diambil? Pasti banyak yang mikir si pabrik ngambil siput/bekicot di kebun, terus si siput dipaksa biar memproduksi mucus (lendir). Tapi apakah begitu?

Sementara di Korea, penyiksaan hewan sangat dilarang dan tindakan animal testing termasuk illegal. Alasan lain yang lebih masuk akal yaitu produksi snail mucus akan lebih optimal jika si snail berada dalam kondisi yang nyaman. Jika mucus dikeluarkan ketika snail dalam kondisi nyaman, maka kandungan mucus pun akan lebih optimal. Bahkan ada referensi yang menyebutkan kalau lendir siput yang mengalami stress tidak sebaik lendir siput yang dibudidayakan dengan baik dan nyaman.

Nah, lalu gimana sih proses pengambilan snail mucus?

Berikut ini penjelasan singkat mengenai proses pengambilan lendir siput yang aku kutip dari theklog.co
Ingat, lendir siput ini nantinya akan digunakan di kulit, jadi yang digunakan adalah siput dengan jenis tertentu, bukan sembarang siput. Yang paling populer dan sering digunakan adalah Roman Snail (Helix Pomatia). Untuk budidaya siput juga dilakukan dengan proses tertentu, jadi gak diambil dari siput liar yang ada di kebun tetangga yaa.

Helix pomatia
Source : pinterest

Bagaimana proses pengambilan lendir siput tersebut?

Jadi, siput dalam jumlah tertentu diletakkan di tempat semacam jaring-jaring berlubang, dalam ruangan gelap dan tenang (tidak bising). Secara siput kan memang hewan nocturnal, jadi lingkungan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan habitat asli si siput. Kalau yang pernah lihat bekicot di sekitar rumah, mereka pasti cepet - cepet ngumpet ke tempurung kalau ada orang yang mau pegang. Jadi inilah perlunya lingkungan yang tenang untuk si siput, agar mereka lebih optimal dalam menghasilkan lendir.

Selama 30 menit, siput akan roaming dengan bebas di sepanjang jaring dan mereka akan meninggalkan mucus (lendir) di jaring tersebut. Selama proses tersebut, tidak ada sedikitpun penyiksaan ataupun manipulasi dengan penambahan bahan tertentu yang diletakkan di jaring. Intinya siput harus benar-benar nyaman. Cukup jelas ya?


Apa yang bikin aku tertarik coba snail gel?

Alasan pertama, mohon maaf ini konyol banget sih. Aku sengaja beli karena waktu itu ada diskon di salah satu online shop, The Saem Snail Soothing Gel ini harganya jadi Rp 85000. Jadi lumayan banget kan. Yaudah fix beli dan aku simpen aja sambil nunggu si TFS aloe vera gel habis.

Alasan kedua, soothing gel gak pernah bikin breakout kulitku. Se-sulit apapun tipe kulitmu, soothing gel selalu ramah untuk kulit, mengingat fungsinya yang berguna untuk meredakan kulit yang sensitive. Tapi ada juga beberapa orang yang sama sekali gak bisa pake produk gel semacam ini. Intinya, tetep tergantung kulit masing-masing. Harus berani trial and error setiap kali mau pake skincare, dan harus menyadari kalo skincare itu cocok-cocokkan, hasilnya gak mesti sama di tiap penggunanya. Tapi gimana dengan The Saem Snail Soothing Gel ini? Kira-kira bikin breakout gak sih? Simak reviewnya yaa..

Brand : The Saem
Series : Snail Soothing Gel
Price  : Rp 85000 (300 ml)
Description : Snail Soothing Gel soothes sensitive skin and makes it elastic



Packaging

Sejujurnya dari awal kurang srek sama packagingnya. Secara dia produk kosmetik dengan isi yang cukup banyak, tapi dikemas dengan kemasan jar. Jarnya dari plastik transparan yang lumayan tebel, tutupnya ulir. Dibawah tutup ada mika plastik yang menjaga produk lebih higienis dan gak gampang tumpah.

Nah, yang bikin males yaitu waktu ngambilnya, karena gak disediakan aplikator. Padahal kalau colek-colek, tangan kita gak mesti bersih juga kan. Bisa jadi nanti bakteri-kuman masuk kedalam jarnya. Tapi yasudahlah, akhirnya aku putuskan untuk share in jar ke wadah kecil yang udah gak kepake. Tujuannya biar gak buka-tutup jar aja sih. Jadi kontaminasi bakteri bisa lebih minimal. Untuk cara share in jar yang steril dan aman silakan klik link ini ya : Cara Share in Jar Dengan Prinsip Steril.


the-saem-snail-soothing-gel


Scent, Color, and Texture

Scent atau baunya gak begitu kontras. Sekilas ada bau wangi semacam bunga-bungaan, tapi samar banget. Cocok buat orang yang gak suka wewangian kaya aku. Udah gitu wanginya juga cukup nyaman, gak bikin pusing.

Warna gelnya sendiri bening, transparan, pokoknya sama sekali gak bewarna. Teksturnya mirip The Face Shop aloe vera gel tapi ini lebih cair, lebih susah kalau diambil pakai tangan, tapi kalau kena kulit jadi langsung meleleh, cepet menyatu sama kulit, dan langsung meresap.

the-saem-snail-soothing-gel


Ingredients

Aloe Barbadensis Leaf Extract, Snail Secretion Filtrate, Glycerin, Polysorbate 20, Carbomer, Potassium Hydroxide, Phenoxyethanol, Disodium EDTA, Betaine, Chlorpenesin, Butylene Glycol, Portulaca Oleracea Extract, Ocimum Basilicum (Basil) Leaf Extract, Origanum Vulgare Leaf Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Mentha Viridis (Spearmint) Extract, Melissa Officinalis Extract, Saccharomyces/Caragana Sinica Root Ferment Extract, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Extract, Hippophae Rhamnoides Extract, Juglans Regia (Walnut) Seed Extract, Persea Gratissima (Avocado) Fruit Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Leaf Extract, Urtica Dioica (Nettle) Extract, Chrysanthemum Morifolium Flower Extract, Sambucus Nigra Fruit Extract, Vitex Trifolia Fruit Extract, Thuja Occidentalis Leaf Extract, Cnidium Officinale Root Extract, Angelica Dahurica Root Extract, Asarum Sieboldi Root Extract, Morus Alba Root Extract, Eclipta Prostrata Extract, Perfume.

the-saem-snail-soothing-gel
Ingredients


Aku dulunya sempet jaga jarak sama produk korea karena termakan issue yang gak jelas. You know lah, kosmetik dari luar pasti dicurigai karena bahannya bahaya dan macem-macem. Bahkan beberapa tahun lalu sempat marak kosmetik abal-abal yang tercyduk Bpom. Fenomena itu juga semakin mendukung ketakutan pake produk luar sih. Tapi setelah tau lebih mendalam, lama-lama malah jadi ketagihan. What the... Btw dulu belum ketemu cosdna juga. Hehe. Sekarang mau cari informasi apa aja ada, dan media juga udah tersedia. Jadi ketidaktahuan mulai terobati. Contohnya komposisi diatas. Meskipun komposisinya seabrek, tapi lebih dari sepertiga baris isinya extract tumbuhan. Savage kan? Udah gitu meskipun namanya snail soothing gel, tapi ternyata di urutan pertama komposisi ada ekstrak daun lidah buaya. 

Jadi sebenernya komposisi utamanya aloe vera, dan bisa dibilang ini juga aloe vera gel. Memang snail filtrate gak di urutan pertama, tapi tetep gak rugi dong. Toh ya ini perpaduan dari 2 bahan yang sama-sama bermanfaat, yaitu aloe barbandensis leaf extract dan snail secretion filtrate.

Ada issue juga yang menyebutkan kalau lendir siput ternyata enggak memberikan efek signifikan ke perbaikan kulit ataupun anti-aging, bahkan ada penelitiannya juga. Tapi yaaa gimana, si lendir siput udah terlanjur hits dan hype. Mindset tentang kebaikan lendir siput udah terlanjur tertanam. Bener atau enggaknya, aku pun juga masih bertanya-tanya. 
Tapi yang sedikit melegakan, the saem enggak meletakkan snail sebagai komposisi utama, masih ada aloe vera gel disitu. Aloe vera sudah jelas punya kemampuan healing yang baik untuk kulit, dan sudah banyak penelitiannya. Jadi kurasa produk ini bisa sedikit break the issues. Its okay snail sebagai marketnya, tapi pas dibaca lagi ternyata ada aloe vera disitu yang aku kira bisa membantu fungsi snail secretion filtrate itu sendiri.


How To Use

Whenever the skin feels dry, dispense an adequate amount and apply gently on your face and body. Lightly pat for absorption.

Cukup jelas, gel ini bisa dipakai kapanpun saat dibutuhkan. Bisa dipakai untuk seluruh badan, termasuk muka. Aku sih seneng ya sama produk yang multifungsi semacam soothing gel gini, jadi selain aku pake untuk body moisturizer, aku juga pake di muka sebagai pelembab ataupun masker. Pokoknya pakai aja suka-suka.


My impression…

Dari awal pakai udah mantep langsung apply ke muka tanpa patch test terlebih dahulu. Memang sebelumnya pernah pake produk yang mengandung snail juga, jadi aku pikir mungkin bakalan aman. Aku pakainya setiap pagi sama malem. Dan aku pakai ini sebagai pengganti moisturizer. Lalu urutan skincare routineku jadi begini
  1. Face Wash (Hada Labo gokujyun ultimate face wash)
  2. Toner (Secret Key aloe soothing moist toner)
  3. Essence (Secret Key Starting treatment essence rose pink)
  4. Serum (day : Fresh Herb origin Serum, night: Tiam Original C source)
  5. Soothing gel as moisturizer
  6. Sunscreen (day time) / Sleeping mask (night time)
Tekstur dari snail gel ini super ringan, lebih watery dibandingkan gel lain yang sejenis, dan mudah meresap. Btw aku selalu boros kalau pake produk gel semacam ini. Seringkali aku pake tebel-tebel dan biarin semaleman. Kalau pakainya tebel, efeknya akan ada rasa lengket, tapi lama-lama juga diserap sempurna. Finishnya juga semacam gak pake pelembab, gak ada rasa lengket sama sekali.




Apa efeknya ke kulit?

Claimnya “soothes sensitive skin and makes it elastic”
Sederhana banget, gak neko-neko, dan gak ada claim yang muluk-muluk. Soothes itu menenangkan, menyejukkan. Gimana claim versus performance produk ini? Simak yaa...

Does it soothes sensitive skin?

Aku memang sengaja pakai produk-produk soothing gel untuk pengganti moisturizer. Why?
Aku kurang suka pakai cream, apalagi cream yang teksturnya berat dan pekat. Selain itu, kulitku juga memang gak pernah cocok sama produk yang cream-based. Aku kurang tahu juga apa sebabnya. Tapi kalo pake produk-produk yang teksturnya cream dan agak pekat, pasti kulit jadi iritasi dan muncul bintik-bintik merah semacam bruntusan. Kan sediiih… Dan yang lebih parah, moisturizer dalam bentuk cream pasti bikin muka keringku jadi cepet berminyak. Nah kalo gak rajin bersihin muka, jadinya komedoan. Sedih maksimal banget kan? 

Kebetulan kulitku bukan tipe yang sensitif, tapi gampang bruntusan kalau kena cuaca yang terlalu panas ataupun dingin. Nah kalau bruntusan muncul, aku butuh banget gel semacam ini, meskipun gak menghilangkan bruntusan secepat kilat, tapi merah-merah di kulit jadi cepet ilang. Apalagi kalau habis pencetin komedo dan jerawat, pasti kulit jadi merah-merah semua, pakai soothing gel ini merah-merahnya bisa cepet ilang.

Udah sekitar 2 minggu pakai ini, untungnya gak ada breakout. Aku seneng sama formulanya yang sangat ringan, cepet diserap tapi tetap melembabkan. Tapi untuk efek melembabkannya menurutku masih kurang sih. Soalnya begitu diaplikasikan dan diserap, di kulit rasanya langsung kesat, kaya gak pake apa-apa, tapi gak bikin kulit jadi kering juga. Mungkin saking ringannya tekstur si snail gel ini ya? Atau malah kulitku yang terlalu dehidrasi? Tapi aku suka sih, efeknya jadi lebih keliatan matte tapi tetep well-rehidrated. Bahkan kalau pakai dari pagi pun, siangnya kulit tetep kerasa fresh dan bebas minyak.

Does it make skin elastic?

Meskipun gak ada claim mencerahkan atau whitening, tapi kurasa kulitku jadi keliatan lebih fresh setelah pakai soothing gel ini. Secara kulit yang lembab dan ter-rehidrasi dengan baik pasti akan memberikan kesan yang lebih segar dan cerah. Tapi untuk claim kulit yang elastis, rasanya belum begitu kerasa. Mungkin butuh waktu dan harus telaten. Yang paling kerasa malah efek oil-controlnya, memang gak ada claimnya sih, tapi semenjak rutin pakai, kulitku jadi jarang minyakan. 

Snail gel ini cocok banget kalo dipake barengan sama serum, efek si serum jadi lebih optimal. 
FYI, pakai serum apapun kalau enggak ditimpa pelembab jadinya percuma lho. Karena serum bisa bekerja dengan baik kalo kulit dalam kondisi lembab. Pelembab juga membantu mengunci serum agar bekerja lebih optimal. Coba aja pas malam hari, kalo udah pake serum, terus pakai snail gel, paginya siap-siap dengan tampilan muka yang jauh lebih baik, lebih fresh, dan tekstur kulit jauh lebih halus. 


Q&A

Bikin kulit jerawatan dan komedoan gak ya?
Di kulitku alhamdulillah enggak, produk ini sebagian besar komposisinya memang low-irritant dan  non-comedogenic.

Bisa dipake untuk jenis kulit apa saja?
Semua jenis kulit

Bisa ditimpa dengan produk lain gak sih?
Bisa banget. Soalnya komposisinya seputar ekstrak tumbuhan dan gak ada bahan yang berisiko kontradiktif.  


Begitu ya para pembaca, pada akhirnya skincare itu cocok-cocokan kok. Mau semahal apapun, kalau gak cocok yaudah, harus kita tinggal. Tapi bisa jadi, beberapa wanita punya kulit yang sehat hanya dengan skincare yang super duper affordable.
Skincareku juga cukup banyak, jadi aku gak bisa bilang kalau si snail soothing gel ini ngefek banget. Tapi setiap produk pasti akan saling improve jika digunakan bersamaan dengan produk lain. Semoga bisa dipahami ya.

Thanks for being a smart reader. See you in the next post....

The Saem Snail Soothing Gel Review The Saem Snail Soothing Gel Review Reviewed by Dini Nh on May 20, 2018 Rating: 5

7 comments:

  1. Kalau boleh tau beli dimana ya? Saya bingung mau beli dimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma bisa beli online yaa. Cari aja di online platform semacam shopee, bukalapak, toped, nihonmart, dsb. pasti ada kok :)

      Delete
  2. ada kok say offline store-nya kalau di Jakarta. online store yg official jg ada aku nemu di shopee :) btw thanks for the review on this snail product, awalnya mau beli yg snail tp habis di tokonya jd 3 bulan lalu beli yg aloe dan msh blm habis smpe skrg hahahaha.....tp ttp mau beli yg snail ini mumpung diskon heheheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempatku ga ada offline storenya. Huhu. Iya ini produk memang awet banget, jadi pakenya suka boros gitu biar cepet abis. Heheheh.
      Btw thanks ya infonya :)

      Delete
  3. Kalok malam nya pakek vit c source. Apa bisa juga di mix sama si the saem snail nya. Kaloo bisa urutannya gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bangeet. aku juga pake soalnya. snail gel ini kan fungsinya sbg pelembab, jadi sebaiknya snail gelnya pake di urutan paling akhir aja sis. serum dulu, baru snail gel :)

      Delete
  4. Nama toko onlinenya d shopee apa si

    ReplyDelete

Powered by Blogger.